BUKU CETAK (PRINTED BOOK)
Lewat tengah malam - ganjil
Mereka bilang, harta bukanlah segalanya.
Mereka juga bilang, tahta tak bisa membeli bahagia.
Semua itu hanyalah dusta dari mulut-mulut nestapa.
Harta dan tahta adalah segalanya. Nyawa pun layak ditumbalkan untuk mendapatkannya. Hingga akhirnya gerbang iblis pun terbuka...
Misteri bocah pembisik, danau maut penuh butiran emas, singgasana berdarah, pesugihan... Lewat tengah malam itu, bujuk rayu kegelapan mulai menuntun kaki-kaki anak manusia menempuh suramnya jalan pintas neraka.
“Roh-Roh Halus Itu, cerpen yang ini mengisahkan tentang pengalaman horor seseorang yang sedang menjaga tetangganya yang sakit di rumah sakit. Penampakan hantunya di sini cukup menyeramkan dan bikin aku sedikit mual.
Bukit Pemakan Jiwa, sekelompok orang pergi ke sebuah lembah untuk melakukan pemotretan kemudian menemukan tempat magis yang bisa menyihir jiwa mereka. Cerita yang ini lebih menegangkan daripada yang pertama.
Banjir Darah di Singgasana Lurah, ini nih cerpen yang paling mengesankan buatku. Mengisahkan tentang dua kubu yang memperebutkan singgasana Lurah. Banyak cara yang dipakai untuk sampai kesana, dari mulai suap sampai ilmu hitam. Seru sekali. Saat baca cerpen ini aku merasakan berbagai macam emosi, seperti : sedih, marah, kesal, kaget, dan takut. All in lah.
Tidak tersedia versi lain